Text
Aplikasi teknologi internet of things (IOT) pada sistem kebencanaan di Indonesia
Sebagai negara yang berada di cincin api, Indonesia memiliki karakteristik geografis yang beragam, baik secara tatanan tektonik, dinamika meteorologis, maupun klimatologis. Hal ini yang kemudian menyebabkan Indonesia rawan bencana alam. Peran BASARNAS sebagai garda terdepan dalam menangani dampak bencana alam di Indonesia sangat dibutuhkan. Untuk menjalankan tugasnya dengan baik, selain perlu dukungan tim yang dapat diandalkan, BASARNAS juga membutuhkan dukungan penggunaan teknologi yang lengkap dan banyak mengaplikasikan Internet of Things (IoT). Bentuk aplikasi dari IoT yang digunakan BASARNAS adalah alat pemantau kondisi kesehatan korban bencana alam. Alat ini digunakan untuk memantau aktivitas organ vital dari para korban seperti suhu tubuh, denyut nadi, dan kadar SpO2 di dalam tubuh. Data yang dihasilkan ini kemudian dikelola oleh sistem yang terkomputerisasi yang dapat menyajikan data informasi yang cepat, tepat, jelas, dan terarah. Kecepatan dan kejelasan data kondisi vital korban bencana inilah yang nantinya diharapkan dapat membantu dokter maupun tenaga kesehatan lain yang tidak bisa terjun ke lokasi bencana dalam memberikan penanganan medis lebih lanjut. Bentuk teknologi lain yaitu locator yang berfungsi untuk mendeteksi korban bencana tanah longsor atau gempa bumi yang berada di bawah reruntuhan atau korban yang tidak dapat terjangkau mata. Buku ini membahas jenis protokol mana yang lebih sesuai diterapkan oleh tim SAR guna mengatasi perubahan topologi area kebencanaan dan mendukung kerja kelompok agar lebih adaptif, perangkat sistem pendeteksi korban, perangkat keras sistem pemantauan korban yang memiliki akurasi yang baik, serta perancangan modul komunikasi yang efektif. -Sumber: sampul belakang.
Bibliografi: halaman 44-46
| 38/3/PI-UGP/a/2025 | 363.340 285 467 8 MOC a | My Library (PI) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain